Rabu, 11 Mei 2011

Sirsat Sebagai Obat Kanker

Berikut uraian kandungan gizi dan kegunaan buah, bunga dan biji sirsak / sirsat untuk kesehatan terutama untuk pengobatan kanker, ambeien, sakit liver, bisul, eksim, rematik, sakit pinggang, dll
Nama Umum : Buah sirsak / sirsat
Nama Latin : Annona muricata L
Nama lain : Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda) guanĂ¡bana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa.
Kandungan Gizi buah sirsak adalah sbb:
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).



Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.

Sumber: IbuJempol.com

Minggu, 08 Mei 2011

Bisnis Online

Ada banyak sekali cara-cara mencari uang dari usaha-usaha di internet. Itulah yang disebut dengan bisnis online. Pada intinya dalam bisnis online dibedakan menjadi 2 sumber penghasilan yaitu:

1. Sumber income dari produk sendiri ( Product Creation )
2. Dari produk / program orang lain ( Affiliate / Reseller )

1. Sumber Income Dari Produk Sendiri
Yaitu kita akan mendapatkan penghasilan dari apa yang kita jual dan
sudah ditentukan harganya, sebagai contoh:
kita menjual sebuah produk elektronik misalnya seharga 700.000 kemudian ada pembeli,
dari sinilah income kita, yaitu hasil dari produk yang kita jual.
2. Sumber Income Dari Produk / Program orang lain
Dalam bisnis ini biasanya pemilik produk menawarkan kerjasama ( Affiliate ) dengan
memberikan komisi 25% - 70% atau sesuai perjanjian yang akan di berikan ke kita
setiap penjualan produk mereka yang kita pasarkan.

Affiliate ini tidak hanya dengan memasarkan produk orang lain untuk kita mendapatkan
penghasilan, melainkan masih banyak lagi, Yaitu:
1. PTC ( Paid To Click )
Yaitu, kita akan mendapatkan penghasilan hanya dengan mengklik iklan.
2. PPC ( Pay Per Click )
Yaitu, kita akan medapatkan penghasilan hanya dengan memajang iklan, kemudian jika ada
orang yang mengklik iklan tersebut kita akan mendapatkan penghasilan
3. PPL ( Pay Per Lead )
Yaitu, kita akan mendapatkan penghasilan hanya dengan mendaftarkan email kita, dan
mereferensikan ke orang lain untuk mendaftarkan mereka juga ke program tersebut.

Nahi itulah beberapa metode bisnis internet atau bisnis online yang menjadi sumber-sumber penghasilan.
Bila Anda berminat menekuni bisnis internet, dapatkan panduanya secara lengkap
Klik disini.
Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Rabu, 04 Mei 2011

WHO: Kekebalan terhadap Antibiotika Semakin Mencemaskan

WHO memperingatkan bahwa ratusan ribu meninggal tiap tahunnya akibat meningkatnya kekebalan terhadap obat-obatan antibiotika.



Sebelum Alexander Fleming menemukan penisilin, antibiotika pertama di dunia, tahun 1928, tidak terhitung jumlah orang yang meninggal akibat luka dan infeksi biasa. Contohnya,18 persen tentara Amerika meninggal akibat pneumonia dalam Perang Dunia I. Tetapi, dalam Perang Dunia II, setelah ditemukannya penisilin, hanya satu persen yang meninggal akibat penyakit itu.
WHO memperingatkan bahwa dunia hampir kehabisan obat-obatan yang mujarab ini. Direktur Urusan Pemberantasan Tuberkulosa dari WHO, Mario Raviglione, menyebut kekebalan terhadap obat-obatan ini sebagai ancaman global. Ia mengatakan, “Kekebalan terhadap obat-obatan mengakibatkan kematian ratusan ribu orang setiap tahun. Selain itu, kekebalan terhadap obat-obatan menyulitkan pengobatan dan pembasmian penyakit-penyakit menular yang pada masa lalu dapat diobati. Kita seperti berada dalam masa sebelum ditemukannya antibiotik. Kita kembali ke dasawarsa 1930-an atau 40-an.”
Penemuan dan penggunaan antibiotika untuk mengobati penyakit-penyakit seperti kusta, tuberkulosa, gonorhea dan sifilis mengubah cara pengobatan dan sejarah manusia. Tetapi, sekarang kemanjuran antibiotika berkurang, karena kurang banyak digunakan, digunakan secara berlebihan atau disalahgunakan, yang mengakibatkan meningkatnya kekebalan terhadap obat-obatan ini.
Pengobatan TB, malaria, HIV, pneumonia, dan penyakit-penyakit menular berbahaya lainnya sulit dilakukan karena kekebalan terhadap obat-obatan meningkat. Wakil Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda, mengatakan bahwa evolusi dan perebakan kekebalan terhadap obat-obatan sangat memprihatinkan.
WHO punya enam cara untuk mengawasi pemberian obat-obatan. Organisasi ini mendesak diperkuatnya sistem pengawasan dan pemantauan untuk mendeteksi munculnya masalah kekebalan terhadap obat-obatan. WHO juga menyarankan penggunaan obat-obatan secara tepat, tindakan untuk mencegah dan membasmi penularan penyakit dan penelitian serta pengembangan vaksin-vaksin baru dan obat-obatan untuk mengobati penyakit-penyakit menular.

Sumber: Voanews.com